Tekanan Darah Tinggi Primer dan Sekunder

Tekanan darah tinggi atau istilah lainnya hipertensi, merupakan  suatu kondisi yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia. Tekanan darah tinggi merupakan  kondisi  tekanan darah pada dinding arteri berada dalam tekanan cukup tinggi. Salah satu akibatnya, organ vital seperti jantung harus bekerja lebih keras lagi dari biasanya untuk memompa darah agar dapat diedarkan melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh.



Tekanan Darah Tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)

Jenis-jenis Tekanan Darah Tinggi

Pada umumnya hipertensi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Tekanan darah tinggi primer atau hipertensi primer. Hipertensi ini disebut dengan primer atau esensial atau idiopatik karena kondisi ini belum diketahui penyebabnya secara pasti dan pada tekanan darah tinggi jenis ini cenderung terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Hipertensi ini biasanya diderita oleh orang dewasa;
  2. Tekanan darah tinggi sekunder atau hipertensi sekunder. Hipertensi jenis ini terjadi akibat kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Hipertensi jenis ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Hipertensi dapat juga diakibatkan karena beberapa kondisi sebagai berikut:
  • Terdapat cacat pada pembuluh darah sejak lahir;
  • Tumor pada kelenjar adrenal;
  • Penyakit jantung;
  • Obat-obatan tertentu seperti pil KB, obat flu, obat penghilang rasa sakit, dekongestan dan beberapa obat resep;
  • Obat-obatan terlarang seperti amfetamin dan kokain.

Besarnya resistensi pembuluh darah arteri terhadap aliran darah dan jumlah (volume) darah yang dipompa oleh jantung dipengaruhi oleh dua faktor. Hal tersebut sama halnya dengan hukum fisika yaitu semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin menyempitnya pembuluh darah arteri maka hal tersebut akan menyebabkan tekanan darah mengalami peningkatan. Untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu ketika seseorang memeriksa tekanan darahnya dan terlihat hasil bahwa tekanan darahnya tinggi hal tersebut tidak dapat dipastikan secara langsung bahwa orang tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Untuk mengetahui seseorang mengalami hipertensi, setidaknya telah dilakukan tiga kali pemeriksaan dalam jarak waktu yang berbeda (minimal 5 menit) pada saat kondisi tubuh istirahat nyaman dengan hasil lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg.

Hipertensi pada manusia dapat dialami selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apa pun. Oleh karena itu,hipertensi disebut sebagai penyakit “silent killer” dan akibatnya tekanan darah tinggi tersebut dapat menyebabkan penyakit lain yang berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan hal tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui tekanan darah kita dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin untuk deteksi dini dan untuk mengontrol tekanan darah.

Ketika hendak melakukan pemeriksaan tekanan darah, disarankan melakukan beberapa hal berikut ini:
  • Bagi seseorang yang telah terdeteksi mengalami hipertensi, pemeriksaannya harus sering dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter yang merawatnya;
  • Untuk anak yang berusia 18 tahun atau lebih, lakukanlah pemeriksaan setiap dua tahun sekali;
  • Untuk anak usia 3 tahun dan lebih biasanya akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari check up tahunannya.

Tekanan darah tinggi merupakan  kondisi yang merugikan bagi tubuh manusia. Oleh karena itu,hindarilah beberapa penyebab yang dapat menyebabkan hipertensi dan lakukanlah pola hidup sehat.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: mediskus.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :