Tekanan Darah Normal Wanita (Cara Mengukur)

Tekanan darah normal wanita berkisar antara 100/60 mmHg sampai dengan 130/80 mmHg. Sebenarnya, penentuan tekanan darah normal tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki batasan tekanan darah yang normal. Tekanan darah dikatakan normal apabila tekanan sistolik-nya kurang dari 140 mmHg dan tekanan diastolik-nya kurang dari 90 mmHg. Apabila melebihi level tersebut maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah normal wanita biasanya akan menghasilkan nilai tekanan darah normal yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.



tekanan darah normal wanita
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)

Cara Mengukur Tekanan Darah Normal Wanita

Cara mengukur tekanan darah normal wanita umumnya sama dengan cara mengukur tekanan darah laki-laki. Cara mengukur tekanan darah normal wanita memerlukan alat yang bernama tensimeter dan stetoskop. Tensimeter merupakan alat pengukur tekanan darah sedangkan stetoskop bertindak dalam menentukan tekanan sistolik dan diastolik yang ditunjukkan oleh tensimeter.

Tensimeter umumnya terdiri dari beberapa jenis, yaitu terdapat tensimeter digital, tensimeter jarum, dan tensimeter raksa. Ketiga alat ini dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah normal wanita atau laki-laki. Tensimeter yang praktis untuk digunakan ialah tensimeter digital karena hasil dari pengukuran tekanan darah akan terlihat pada monitor yang ada pada tensimeter digital.

Walaupun ketiga alat tersebut terdapat sedikit perbedaan dalam menggunakannya, tetapi ketiga alat tersebut memiliki prinsip yang sama dalam mengukur tekanan darah. Prinsip yang sama tersebut di antaranya ialah pasien yang diukur tekanan darahnya harus berada dalam keadaan santai serta rileks. Selain itu, ikatkan manset pada lengan atas kemudian tutup kunci pemompa alat tekanan darah. Letakkan stetoskop tepat berada pada arteri brachialis dan pastikan sudah dalam keadaan terbuka. Hal ini dilakukan pada alat tensimeter yang bersifat manual. Kemudian pompa alat tensimeter tersebut dan dengarkan bunyi pertama serta terakhir dari stetoskop pada saat memompa dan menurunkan pemompa.

Lokasi standar untuk pengukuran tekanan darah arteri brakialis. Pengukuran tekanan pada pergelangan tangan dan jari-jari banyak dipakai, tetapi penting untuk menyadari bahwa tekanan sistolik dan diastolik bervariasi secara substansial di berbagai bagian dari arteri dengan tekanan sistolik meningkat di arteri lebih distal, dan tekanan diastolik menurun.

Meskipun metode auskultasi dengan menggunakan sphygmomanometer merkuri dianggap sebagai “standar emas” untuk pengukuran tekanan darah di tempat pelayanan kesehatan, implementasi luas dari larangan penggunaan sphygmomanometers merkuri terus berkurang. Situasi ini diperparah oleh kenyataan bahwa manometer aneroid yang ada yang menggunakan teknik ini, kurang akurat dan harus sering dikalibrasi. Perangkat baru dikenal, sebagai "hybrid" sphygmomanometers yang dikembangkan sebagai pengganti perangkat merkuri. Pada dasarnya, perangkat ini menggabungkan fitur dari kedua perangkat elektronik dan auskultasi sehingga kolom merekuri digantikan oleh  pengukur tekanan elektronik, mirip dengan perangkat oscillometric, tetapi tekanan darah diambil dengan cara yang sama sebagai perangkat merkuri atau aneroid, oleh pengamat menggunakan stetoskop dan mendengarkan bunyi korotkoff.

Berbeda halnya jika menggunakan tensimeter digital tidak diperlukan pemompaan. Alat ini cukup hanya menekan tombol on atau off yang tertera pada tensimeter digital. Hasil pengukuran ditunjukkan oleh tensimeter digital pada layar tensimeter tersebut.

Seperti yang telah disebutkan di atas  untuk menentukan tensi darah normal, tidak harus berdasarkan ketetapan yang telah ditetapkan. Tekanan darah normal wanita dan laki-laki ditetapkan normal apabila nilai tekanan diastolik-nya kurang dari 90 mmHg dan tekanan sistolik-nya kurang dari 140 mmHg.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: ncbi.nlm.nih.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :