Tekanan Darah Normal Menurut WHO

Tekanan darah normal menurut WHO didasarkan pada usia. Namun, pada umumnya batasan nilai dari tekanan darah normal menurut WHO berada pada diastolik kurang dari 90 mmHg dan nilai tekanan sistoliknya di bawah 140 mmHg. Namun, terdapat perbedaan nilai tekanan darah normal menurut WHO bila berdasarkan tahapan usia. Semakin bertambahnya usia maka batasan dari nilai tekanan darah normalnya akan lebih tinggi dibandingkan tahapan usia yang berada di bawahnya atau usia lebih muda.


Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Hal ini tentu dipengaruhi oleh perubahan dan kemampuan sistem peredaran darah dalam mengatur tekanan darah yang akan semakin berkurang pada usia lanjut. Pada usia lanjut terjadi degenerasi sel pada sistem tubuh termasuk sistem peredaran darah. Dapat dikatakan tekanan darah orang yang lanjut usia 140/90 mmHg masih dikatakan sebagai tekanan darah normal karena batasan  tekanan darah normal pada orang lanjut usia ialah 150/90 mmHg.

Nilai Tekanan Darah Normal Menurut WHO pada Anak-anak 

Nilai tekanan darah normal menurut WHO harus diukur pada anak di bawah 3 tahun yang memiliki kondisi khusus seperti penyakit jantung bawaan, penyakit ginjal, penyakit sistemik atau obat yang dapat menyebabkan hipertensi, tekanan intrakranial, keganasan, transplantasi, atau kondisi sebelumnya membutuhkan treatment.

Seperti pada orang dewasa, penggunaan Korotkoff suara melalui metode auskultasi disarankan karena dari penelitian menunjukkan nilai-nilai oscillometric cenderung kurang akurat dibandingkan nilai auskultasi pada anak. Meskipun ada beberapa perdebatan mengenai suara Korotkoff harus digunakan untuk mengukur tekanan diastolik, terutama pada tahun-tahun pra-remaja, penggunaan Korotkoff fase V (suara menghilang) paling sering dilakukan. Korotkoff fase IV (mofel suara) dapat digunakan pada anak-anak. Manset dipasang sebelum pemeriksaan tekanan darah pada anak yang dilakukan minimal 3 kali tindakan secara berulang menggunakan metode auskultasi yang diperlukan. Jika hasil pengukuran menunjukan nilai tinggi maka rujuklah segera ke dokter terdekat. Langkah ini sangat penting karena mayoritas anak-anak dan remaja yang memiliki hipertensi dan prehipertensi tidak terdiagnosis.

Meskipun teknik mendeteksi tekanan darah anak sama dengan orang dewasa, beberapa tips pengukuran tekanan darah yang akurat harus diperhitungkan. Praktik yang biasa dilakukan yaitu dengan cara menggunakan lengan kanan pasien untuk keandalan dan penilaian ketika membandingkan tindakan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan nilai standar. Hal ini karena kemungkinan koarktasio aorta hasilnya tidak akurat pada lengan.

Perbedaan utama yang harus dipertimbangkan ketika mengambil tekanan darah pasien anak-anak ialah faktor ukuran tubuh dan usia. Tabel referensi berdasarkan jenis kelamin anak, umur, dan tinggi akan memberikan informasi yang lebih presisi. Data-data ini dapat ditemukan di www.cdc.gov/growthcharts.

Sebagai satu contoh, tekanan darah midrange untuk gadis 5 tahun di persentil ke-5 memiliki tekanan darah 89/52 mm Hg dan digolongkan tekanan darah normal.  Untuk gadis dengan usia yang sama, tekanan darah 103/66 mm Hg ditafsirkan sebagai "pra-hipertensi" karena nilai-nilai ini jatuh pada persentil ke-90 dari jangkauan. Demikian pula, seorang gadis 5 tahun dipersentil ke-95 sehingga harus memiliki tekanan darah tidak lebih tinggi dari sekitar 109/70 mmHg. Nilai tekanan darah yang jatuh dalam rentang persentil 90-95th ditafsirkan sebagai "pra-hipertensi" dan nilai lebih besar dari ini ditafsirkan sebagai "hipertensi".


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: ncbi.nlm.nih.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :