Penyebab Tensi Tinggi dan Pencegahannya

Penyebab tensi tinggi sampai saat ini belum diketahui secara pasti karena dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan saling terkait satu sama lainnya. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab tensi tinggi di antaranya ialah merokok, minum minuman beralkohol, stres, dan lain sebagainya. Penatalaksanaan dari tensi tinggi dilakukan secara non-medikamentosa dan medikamentosa. Penatalaksanaan non-medikamentosa dengan meubah gaya hidup, misalnya menjaga makanan yang dikonsumsi, berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Penatalaksanaan non-medikamentosa tidak selalu berhasil sehingga diperlukan penatalaksanaan medikamentosa dengan menggunakan obat-obatan kimia.



penyebab tensi tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistol ≥120 mmHg dan tekanan darah diastol ≥ 90 mmHg, sesuai dengan standar JNC 7 yang dikeluarkan pada tahun 2003. Penyebab tensi tinggi atau hipertensi sebagian besar belum diketahui (idiopatik). Adapun beberapa faktor risiko yang berhubungan penderita hipertensi seperti:
  1.  riwayat penyakit keluarga;
  2.  usia;
  3.  jenis kelamin;
  4.  asupan sodium, kalsium, dan magnesium yang berlebihan dan asupan kalium yang rendah;
  5.  Intoleransi glukosa (diabetes mellitus);
  6.  obesitas;
  7.  merokok; dan
  8.  alkoholisme. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) yang merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia.
 

Penyebab Tensi Tinggi (Hipertensi) dan Penatalaksanaannya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab tensi tinggi atau hipertensi belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat membuat tensi tinggi atau hipertensi di antaranya usia, faktor keturunan, merokok, obesitas, kurang olahraga, stres dan lain sebagainya.

Pada usia yang lebih tua biasanya akan semakin rentan terhadap risiko terjadinya penyakit hipertensi. Selain itu, faktor keturunan juga memerankan peran terhadap terjadinya penyakit ini. Apabila dalam sebuah keluarga terdapat anggota keluarga yang menderita hipertensi maka kemungkinan keluarga lainnya juga dapat mengalami hal yang sama.

Merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi. Merokok dapat membuat dinding dari pembuluh darah sempit sehingga menaikkan tekanan darah. Obesitas atau kelebihan berat badan berpotensi dapat menaikkan tekanan darah tinggi oleh karena volume darah dapat meningkat dan meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada orang yang kurang berolah raga. Orang yang kurang berolah raga biasanya memiliki denyut jantung yang lebih cepat. Kerja jantung yang lebih cepat dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu orang yang mengonsumsi banyak garam juga berisiko terkena hipertensi. Garam dapat menyebabkan penumpukan cairan yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah.

Minum minuman beralkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu minum minuman beralkohol dapat merusak organ jantung, termasuk stres berpotensi tinggi juga meningkatkan tekanan darah.

Penyebab tensi tinggi ini sebenarnya dapat kita hindari. Tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat, tensi tinggi tidak akan terjadi. Namun, bila tensi tinggi atau hipertensi telah terjadi, maka lakukanlah pengobatan terhadap penyakit hipertensi.

Beberapa golongan obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi, misalnya diuretika, Ca-blocker, β-blocker, ACE-Inhibitor, vasodilator, dan sebagainya. Masing-masing obat mempunyai efek samping yang berbeda-beda, misalnya golongan diuretik mempunyai efek samping hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia, hiperurisemia, hiperkalsemia, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, dan hipertrigliseridemia. Golongan ACE-Inhibitor mempunyai efek samping batuk kering, gangguan pengecap (disgeusia), rash, oedem angioneurotik, sampai gagal ginjal akut; golongan vasodilator mempunyai efek samping retensi cairan, sakit kepala, takikardia, rash, efusi pleura, dan hipotensi. Pada laki-laki, beberapa obat antihipertensi dapat menyebabkan masalah dengan gangguan ereksi.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: repository.maranatha.edu



Terima kasih untuk Like/comment FB :