Obat Gula Darah Tinggi dengan Insulin

Obat gula darah tinggi yang paling terkenal berasal dari bahan kimia ialah metformin. Obat gula darah tinggi ini dikonsumsi dengan cara diminum melalui mulut sedangkan obat yang disuntikkan untuk mengobati kadar gula darah yang tinggi berasal dari insulin. Insulin injek ini diberikan secara SC melalui bagian kulit dengan cara disuntikkan. Namun, biasanya pemberian obat secara injeksi diberikan pada penderita gula darah tinggi yang sudah berat, tetapi efek obat yang diberikan secara parenteral atau disuntik lebih cepat bereaksi dibandingkan dengan obat yang diminum.



obat gula darah tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Gula darah tinggi disebut juga penyakit diabetes melitus. Gula darah yang tinggi bila tidak diobati dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti gangguan pada mata, saraf, ginjal, dan pembuluh darah disertai lesi pada bagian memberan basalis. Penyakit gula darah tinggi ini dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium. Biasanya seseorang akan divonis menderita penyakit gula darah tinggi apabila kadar gula darahnya melebihi 200 mg/dl. Pemeriksaan laboratorium yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosa penyakit gula darah tinggi dilakukan dengan cara pemeriksaan glukosa darah.

Obat gula darah tinggi yang digunakan berasal dari beberapa golongan obat seperti obat gula darah tinggi dari golongan sulfonilurea, biguanida, tiazolidindion, dan lain sebagainya. Golongan obat gula darah tinggi merupakan obat oral. Obat oral ini biasanya digunakan oleh penderita penyakit gula darah tinggi yang memiliki kelenjar pankreas yang masih menghasilkan hormon insulin, sedangkan obat diabetes berupa insulin diberikan pada penderita penyakit gula darah tinggi yang kelenjar pankreasnya rusak sehingga tidak mampu memproduksi hormon insulin sama sekali. Hormon insulin berfungsi dalam metabolisme karbohidrat.

Obat Gula Darah Tinggi Insulin 

Insulin merupakan pengobatan pertama kali  bagi penderita diabetes. Sebagian besar pasien diabetes yang hamil mendapatkan suntikan preparat human insulin karena insulin akan dihancurkan bila diberikan per os, maka pemberiannya hanya per injeksi. Ada tiga tipe preparat lama menurut periode kerjanya yaitu: short acting, intermediate acting, dan long acting. Insulin intermediate dipilih bagi penderita yang cenderung menderita ketoasidodsis. Preparat insulin yang baru yaitu: insulin lispro dan insulin aspart bekerja lebih cepat dibandingkan short acting preparat lama. Preparat ini memungkinkan pasien untuk menyuntik diri  sesaat sebelum makan daripada menunggu 30 menit.

Insulin yang sering digunakan selama kehamilan biasanya hanya 2 tipe, yaitu tipe short (actrapid) dan intermediate (monotartd). Sebelum memberikan terapi, kenali jenis insulin yang ada, kandungan/ml (unit/ml). Untuk jenis spuit insulin tersedia ukuran 40 u/ml, 100 u/ml, 50u/0,5 ml. Suntikan diberikan subkutan di deltoid, paha bagian luar, perut, dan sekitar pusar. Suntikan diberikan secara tegak lurus. Tempat suntikan sebaiknya diganti-ganti. Pasien segera diberi makan setelah suntikan diberikan. Paling lama setengah jam setelah suntikan diberikan. Kalau pasien suntik , harus dapat melihat dengan jelas angka pada alat suntik. Saat ini alat suntik berbentuk pena dengan kontrol dosis sering dipakai penderita diabetes karena lebih mudah dan lebih tepat, juga mudah dibawa-bawa.

Beberapa hormon yang kontra terhadap efek hipoglikemia insulin misalnya hormon pertumbuhan, kortikotropin, glukokortikoid, tiroid, estrogen, progestin, dan glukagon. Adrenalin menghambat sekresi insulin dan merangsang glikogenolisis. Guanetidin menurunkan gula darah dan dosis insulin perlu disesuaikan bila obat ini ditambahkan/dihilangkan dalam pengobatan. Beberapa antibiotik (kloramfenikol, tetrasiklin, salisilat dan fenilbutason) meningatkan kadar insulin dalam plasma, sedangkan Nikotin mengurangi absorpsi insulin dengan menyebabkan vasokonstriksi.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: chvalsakura.files.wordpress.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :