Obat Darah Tinggi Yang Bagus untuk Hipertensi

Obat darah tinggi yang bagus dalam penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi penderita penyakit darah tinggi. Misalnya saja pada ibu hamil yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, penggunaan obat darah tinggi pada ibu hamil harus berhati-hati dan memerlukan penanganan khusus oleh dokter spesialis kandungan. Mengingat pada ibu hamil terdapat janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Maka dari itu, pemberian obat penurun tekanan darahnya harus menggunakan obat yang tidak memiliki dampak negatif pada janin dalam kandungan.



Obat Darah Tinggi Yang Bagus
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Obat darah tinggi yang bagus dan banyak dipakai oleh orang dewasa ialah amlodipine dan captopril. Keduanya banyak digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, tetapi alangkah baiknya sebelum menggunakan obat ini, Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Namun, ada saja penderita tekanan darah tinggi yang langsung mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokternya terlebih dahulu.

Macam-macam Obat Darah Tinggi yang Bagus

Setiap obat darah tinggi yang bagus dapat secara efektif untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi. Namun, pada obat darah tinggi yang bagus ini masih dapat menimbulkan efek samping yang masih dapat ditolerir oleh tubuh penderita penyakit tekanan darah tinggi.

Obat penurun tekanan darah tinggi yang bagus pertama ialah obat dari golongan penghambat saluran kalsium. Contoh obat dari golongan ini adalah obat verapamil, nifedipine, dan diltiazem. Obat golongan ini yang paling banyak digunakan ialah obat nipedipine. Obat nipedipine sering digunakan dalam pengobatan penyakit tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Obat ini memiliki efek samping sedikit sehingga cukup aman bila digunakan oleh ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi.

Obat yang kedua untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah obat yang berasal dari golongan penghambat reseptor alfa 1. Contoh obat dari golongan ini adalah obat prasozin, doxazosin dan terasozin. Obat yang ketiga untuk menurunkan tekanan darah tinggi berasal dari golongan antagonis alfa 2-pusar. Contoh obat dari golongan ini adalah metildopa dan klonidin.

Di antara obat-obat tersebut, terdapat obat lain yang dijadikan sebagai obat primer dalam mengatasi penyakit tekanan darah tinggi. Obat primer tersebut di antaranya ialah obat golongan diuretik, beta bloker, ACE inhibitor, angiotensin II reseptor blocker, dan calcium chanel blocker. Obat dari golongan diuretik dapa menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara mengurangi cairan yang terdapat dalam tubuh dan dibuang melalui air urine. Contoh dari obat golongan diuretik ini adalah obat thiazide, diuretik hemat kalium, dan antagonis aldosteron.

Selain obat dari golongan diuretik terdapat juga obat dari golongan inhibitor ACE. Obat ini bagus untuk digunakan oleh penderita penyakit darah tinggi. Namun, efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini sangat besar. Efek samping yang dapat timbul di antaranya ialah hipotensi akut. Hipotensi akut terjadi pada penggunaan obat ACE inhibitor pada penderita penyakit tekanan darah tinggi yang kekurangan natrium, gagal jantung, orang lanjut usia, vasodilator, dan penggunaan bersama diuretik lainnya. Selain dapat menyebabkan hipotensi akut, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping lain berupa proteinurea, granulosit, neutropenia, glomerulonefritis, serta gagal ginjal akut.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: diarikesehatan.blogspot.co.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :