Makanan Untuk Menurunkan Darah Tinggi

Makanan untuk menurunkan darah tinggi merupakan makanan yang tidak mengandung banyak garam. Garam merupakan salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi karena garam memengaruhi meningkatnya volume garam. Selain makanan rendah garam, makanan untuk menurunkan darah tinggi lainnya ialah:



makanan untuk menurunkan darah tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Pisang 
Pisang merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi karena memiliki kandungan kalium yang bermanfaat sebagai penurun darah tinggi. Selain itu, pisang memiliki kandungan mineral yang membantu menyeimbangkan efek garam pada tubuh dan membantu fungsi ginjal dengan baik.

Putih telur 
Kandungan protein dan peptida pada putih telur menjadikan putih telur sebagai makanan untuk menurunkan tekanan darah. Sebaiknya konsumsilah putih telur sebagai sarapan pagi.

Tomat 
Tomat merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi karena memiliki kandungan lycopene yang memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah.

Cokelat hitam
Cokelat hitam memiliki manfaat sebagai penurun tekanan darah, juga dengan antioksidan sebagai obat awet muda dan meningkatkan suasana hati.

Semangka
Semangka merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi karena L-Citrulline membantu mengatur aliran darah dan tekanan darah.

Kismis
Kismis merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi, hal tersebut didukung dengan para peneliti yang menemukan bahwa ketika peserta pra-hipertensi memakan kismis tiga kali sehari selama 12 minggu, memberikan efek signifikan sistolik dan tekanan darah diastolik mereka lebih rendah.

Almond
Almond merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi karena memiliki kandungan asam folat yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel jaringan.

Kentang
Kentang merupakan makanan untuk menurunkan darah tinggi karena memiliki kandungan potasium yang dapat menurunkan tekanan darah.

Yoghurt rendah lemak
Yoghurt memiliki kandungan kalsium yang memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah.

Penurunan Hipertensi dengan Perubahan Gaya Hidup
Selain dengan makanan penurun hipertensi, tekanan darah tinggi pula bisa ditekan dengan melakukan peubahan gaya hidup, di antaranya:
  • Mengonsumsi makanan sehat, rendah lemak dan seimbang, termasuk makan banyak buah-buahan segar dan sayuran;
  • Kurangi mengonsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari;
  • Lebih aktif. Aktif secara fisik adalah hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau mengendalikan tekanan darah tinggi;
  • Menurunkan berat badan;
  • Berhenti merokok. Merokok sangat meningkatkan peluang Anda menderita penyakit jantung dan paru-paru;
  • Mengurangi konsumsi minuman keras;
  • Kurangi konsumsi kopi, teh, atau minuman kaya kafein lain seperti cola
  • Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan tekanan darah Anda;
  • Melakukan terapi relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan manajemen stres.

Bahan Makanan Untuk Menurunkan Darah Tinggi (Obat Tradisional) 

Selain mengonsumsi makanan untuk menurunkan darah tinggi dan menerapkan perubahan pola hidup, cara alternatif lain yang bisa dilakukan ialah menggunakan obat tradisional yang berasal dari tumbuhan alami. Keunggulan herbal memiliki efek samping lebih sedikit daripada obat-obatan resep dokter. Berikut ini adalah obat tradisional untuk menurunkan darah tinggi, di antaranya:

Seledri 
Kandungan kalium, mineral, dan antioksidan dalam seledri bermanfaat menurunkan hipertensi. Untuk menjadikan seledri sebagai obat tradisional, cukup dengan menumbuk atau memblender seledri lalu meminumnya.

Bawang putih
Bawang putih memiliki kandungan senyawa Alisin yang bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu,  bawang putih juga memiliki kemampuan untuk menghancurkan lemak dan menurunkan kandungan kolestrol. Untuk itu konsumsilah bawang putih setiap hari.

Buah mengkudu
Buah mengkudu memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk mengobati hipertensi. Meskipun mengkudu memiliki aroma busuk. Namun, mengkudu memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: metronews.com, alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :