Darah Tinggi Adalah Penyakit Berbahaya

Darah tinggi adalah penyakit kronis karena tekanan darah dalam dinding arteri meningkat. Seringkali penyakit darah tinggi disepelekan, padahal darah tinggi merupakan penyakit yang bisa menjadi pemicu penyakit lainnya, seperti serangan jantung, gangguan ginjal dan lainnya. Oleh karena itu, darah tinggi tidak bisa diabaikan begitu saja, tetapi perlu penanganan yang baik dan tepat untuk mengatasinya. Secara medis, faktor penyebab darah tinggi dibedakan menjadi dua yaitu darah tinggi primer dan darah tinggi sekunder.



darah tinggi adalah penyakit
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)

Darah Tinggi Adalah Penyakit yang Terbagi Atas Primer dan Sekunder

1. Darah tinggi primer
Darah tinggi adalah penyakit genetik. Salah satu jenis darah tinggi ialah darah tinggi primer. Darah tinggi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, penyebab utama dari darah tinggi primer menurut para pakar diakibatkan karena stress dan faktor lainnya. Selain itu, para pakar menemukan penyebab hipertensi primer yang diturunkan secara genetik dengan risiko penyakit. Hipertensi biasanya muncul pada usia antara 25-55 tahun, sedangkan usia di bawah 20 tahun jarang ditemukan. Berikut merupakan faktor penyebab darah tinggi primer, di antaranya:

Faktor Genetika (Riwayat keluarga)
Faktor keturunan memengaruhi penyebab darah tinggi primer. Seseorang yang berasal dari keluarga yang memiliki penyakit hipertensi berpeluang besar terkena penyakit ini. Menurut Kumar dan Clark, anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada anak dengan orang tua yang tekanan darahnya normal.

Ras 
Darah tinggi primer bisa juga disebabkan karena faktor ras. Ras Afro yang hidup di masyarakat Barat mengalami hipertensi secara merata yang lebih tinggi daripada orang berkulit putih. Menurut beevers hal ini kemungkinan disebabkan karena tubuh mereka mengolah garam secara berbeda.

Usia
Semakin meningkatnya usia seseorang, semakin besar risiko terkena darah tinggi. Wanita yang sudah berusia 50 tahun lebih atau sudah monopouse banyak yang mengalami hipertensi essensial. Menurut Beevers hal tersebut disebabkan karena sebelum menopause, wanita relatif terlindungi dari penyakit jantung oleh hormon estrogen. Kadar estrogen menurun setelah menopause dan wanita mulai menyamai pria dalam hal penyakit jantung

Jenis kelamin 
Pada usia dewasa darah tinggi banyak menyerang laki-laki daripada perempuan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis dan kebiasaan pria seperti merokok. Namun, pada umur tua, hipertensi lebih banyak menyerang wanita.


2. Darah tinggi sekunder 
Darah tinggi adalah penyakit genetik. Salah satu jenis darah tinggi adalah darah tinggi sekunder. Darah tinggi sekunder menurut Gunawan disebabkan karena adanya penyakit lain. Pada beberapa kasus hipertensi sekunder, penyebabnya sudah diketahui yaitu akibat gangguan hormonal, penyakit jantung, diabetes, ginjal, penyakit pembuluh darah atau berhubungan dengan kehamilan. Mengonsumsi garam sehari-hari dapat memperparah kondisi hipertensi. Namun, garam bukan faktor penyebab hipertensi sekunder.

Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan darah tinggi sekunder, di antaranya ialah:

Gangguan kelenjar paratiroid
Gangguan paratiroid merupakan salah satu penyebab darah tinggi sekunder. Hormon parathormon yang diproduksi oleh empat kelenjar paratiroid yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah, hal tersebut dapat memicu hipertensi.

Sakit ginjal
Darah tinggi yang disebabkan sakit ginjal disebut juga dengan darah tinggi ginjal atau renal hypertension. Penyempitan arteri ginjal dapat menyebabkan tekanan darah naik, hal tersebut dikarenakan pembuluh darah utama penyuplai darah utama kedua organ ginjal. Apabila pasokan darah berkurang atau menurun, ginjal akan memproduksi berbagai zat yang meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi.

Stress 
Darah tinggi sekunder yang disebabkan stress dapat memicu sistem saraf simpati sehingga meningkatkan aktivitas jantung dan tekanan pembuluh darah sehingga terjadi tekanan darah tinggi.

Apnea 
Apnea atau Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan gangguan ketika tidur yang menyebabkan penderitanya berkali-kali berhenti bernapas ( antara 10-30 detik) selama tidur.

Hiper/hipotiroid 
Hipertensi sekunder yang disebabkan hipertiroid karena hipertiroid atau hormone tiroid yang berlebih bisa merangsang aktivitas jantung meningkatkan produksi darah dan meningkatkan resistensi darah sehingga hipertensi terjadi.

Preeklamsia 
Darah tinggi sekunder selanjutnya adalah hipertensi yang disebabkan oleh preeklamsia. Preeklamsia adalah hipertensi karena kehamilan (gestational hypertension) yang biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Preeklamsia disebabkan oleh volume darah yang meningkat selama kehamilan dan berbagai peubahan hormonal. Sekitar 5-10% kehamilan pertama ditandai dengan preeklamsia.

Koarktasi aorta (aortic coarctation)
Darah tinggi sekunder yang disebabkan koarktasi atau penyempitan aorta yaitu adanya kelainan bawaan yang menimbulkan tekanan darah tinggi.

Gangguan kelenjar adrenal
Selanjutnya adalah hipertensi sekunder yang disebabkan oleh gangguan adrenal. Kelenjar adrenal berfungsi mengatur kerja ginjal dan tekanan darah. Bila salah satu atau kedua kelenjar adrenal mengalami gangguan, maka dapat mengakibatkan produksi hormon berlebihan yang meningkatkan tekanan darah.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :