Cara Mengobati Darah Tinggi Secara Alami

Cara mengobati darah tinggi bisa dengan cara menggunakan obat-obatan herbal atau obat-obatan zat kimia. Cara mengobati darah tinggi dengan menggunakan obat herbal lebih dianjurkan karena tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Cara mengobati darah tinggi dengan menggunakan herbal, biasanya menggunakan tanaman-tanaman berikut:



cara mengobati darah tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Bawang putih 
Berdasarkan hasil penelitian, bawang putih dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi karena bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen. Zat tersebut memiliki efek layaknya obat darah tinggi yaitu dengan memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah mengalami penurunan. Sejumlah penelitian menunjukkan dengan mengonsumsi bawang putih sebanyak 900 mg secara rutin selama 3 bulan dapat menurnkan tekanan darah sistol sebesar 6-10 mmHg dan tekanan diastol 6-9 mmHg. Oleh karena itu, banyak penderita yang mengonsumsi bawang putih saat mereka mengalami tekanan darah tinggi.

Mentimun
Mentimun mengandung zat seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Kandungan tersebut bersifat diuretik yakni sifat yang membantu mengeluarkan air dari dalam tubuh. Pada penderita tekanan darah tinggi dan gagal jantung, sifat tersebut sangat menguntungkan. Semakin banyak air yang keluar dari dalam tubuh akan menyebabkan beban kerja jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan berkurang. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah mentimun secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah tinggi karena belum ada data ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

BelimbingSama halnya dengan mentimun, belum ada data penelitian lebih lanjut, tetapi faktanya mengonsumsi belimbing dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Berbagai Cara Mengobati Darah Tinggi

Selain itu hal di atas, cara mengobati darah tinggi bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:

Mengonsumsi minyak ikan
Minyak ikan berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Sejumlah penelitian menunjukan dengan mengonsumsi 4-7 gram minyak ikan sehari dalam 6 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol hingga 4,5 mmHg dan tekanan darah diastol 2,2 mmHg. Minyak ikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga 35%. Kandungan Omega-3 yang terdapat di dalam minyak ikan baik bagi kesehatan tubuh dan dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, memperbaiki fungsi ginjal dan mengurangi tekanan aliran darah.

Membatasi konsumsi makanan yang memiliki kandungan garam yang tinggi
Garam dapat menyebabkan volume dan tekanan darah dalam tubuh mengalami peningkatan. Makan yang mengandung tinggi garam yaitu seperti makanan cepat saji, makanan instan, dan makanan olahan. Oleh sebab itu, hindarilah makanan tersebut.

Olahraga secara rutin
Dengan melakukan olahraga secara rutin memberikan manfaat baik bagi tubuh seperti meningkatkannya penyerapan oksigen dan menurunkan tekanan darah dengan cara meperkuat jantung. Lakukanlah olahraga ringan seperti joging, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang untuk membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

Mengurangi kafein
Berdasarkan penelitian dari Duke University Medical Center, Amerika Serikat menemukan bahwa dengan mengonsumsi kafein sebanyak 500 mg atau setara dengan 3 cangkir kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, kurangilah minum kopi.

Kurangi kerja lembur 
Kerja lambur dapat mengakibatkan kita sulit untuk meluangkan waktu untuk berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, dibandingkan seseorang yang bekerja secara teratur dengan  seseorang yang bekerja lembur memiliki potensi terkena tekanan darah tinggi sebanyak 29%.

Menurunkan berat badan
Berat badan berlebih dapat menyebabkan tekanan darah mengalami peningkatan karena dengan berat badan yang berlebih dapat menyebabkan jantung untuk bekerja lebih keras lagi dari biasanya untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jangan merokok
Rokok memiliki kandungan zat nikotin yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi adrenalin. Adrenalin dalam tubuh tersebut menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras`dari biasanya.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: m.kompas.com, merdeka.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :