Buah Obat Darah Tinggi (Buah Belimbing)

Buah obat darah tinggi bila dikonsumsi secara tertatur dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan mengonsumsi buah obat darah tinggi. Salah satu buah obat darah tinggi yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi ialah buah belimbing. Hipertensi sering dijumpai pada orang dewasa dan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, tetapi kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Penyakit ini berjalan terus menerus seumur hidup dan sering tanpa adanya keluhan yang khas selama belum ada komplikasi pada organ tubuh sehingga tidak mengherankan bila hipertensi dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (the silent killer).



Buah Obat Darah Tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan melainkan hanya dapat dikontrol sehingga diperlukan ketelatenan dan biaya yang cukup mahal dalam proses pengobatannya. Untuk mengontrol hipertensi, kita dapat memanfaatkan pengobatan secara farmakologis dengan menggunakan obat-obatan sintetis yang belakangan ini cenderung mengalami hambatan karena daya beli masyarakat yang semakin menurun sehingga penderita beralih dengan memanfaatkan pengobatan secara nonfarmakologis yang berbahan baku buah belimbing.

Buah Obat Darah Tinggi (Buah Belimbing)

Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata MAP post test (setelah diberikan terapi buah belimbing) sebesar 112,78 mmHg. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan uji statistik Paired t Test yang diperoleh hasil nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 yang berarti bahwa buah belimbing efektif untuk penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Pada dasarnya buah belimbing mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat anti hipertensi. Kandungan kalium (potasium) dalam 1 buah belimbing (127 gram) adalah sebesar 207 mg. Hal ini menunjukkan bahwa kalium dalam buah belimbing mempunyai jumlah yang paling banyak dari jumlah mineral yang ada dalam kandungan 1 buah belimbing.

Terjadinya penurunan tekanan darah responden disebabkan karena kandungan buah belimbing yang kaya akan kalium dan rendah natrium.  dalam hal ini awal mula terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya Angiostensin I yang diubah menjadi Angiostensin II oleh ACE (Angiostensin I – Converting Enzyme) yang memiliki peran dalam menaikkan tekanan darah melalui 2 aksi utama, yaitu menurunnya cairan intraseluler dan meningkatnya cairan ekstraseluler dalam tubuh. Namun, dengan pemberian terapi buah belimbing yang tinggi kalium dan rendah natrium kepada responden yang menderita hipertensi, dua aksi utama tersebut telah mengalami perubahan arah dari semula.  Tingginya kalium mampu menurunkan produksi atau sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. Hormon ini bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urine. Dengan menurunnya ADH, maka urine yang diekskresikan keluar tubuh akan meningkat sehingga menjadi encer dengan osmolalitas yang rendah.

Supaya pekat, volume cairan intraseluler ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian ekstraseluler, sedangkan menurunnya konsentrasi NaCl akan dipekatkan dengan cara menurunkan cairan ekstraseluler yang kemudian menurunkan tekanan darah.

Dari data penelitian ini diperoleh fakta adanya penurunan nilai rata-rata MAP post test pada penderita hipertensi telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa buah belimbing dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Bisa dikatakan penurunan rata-rata sistolik dan distolik ini terjadi karena responden telah diberikan terapi buah belimbing.  Pemberian terapi buah belimbing terbukti efektif menurunkan tekanan darah responden yang menderita hipertensi.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: repository.maranatha.edu



Terima kasih untuk Like/comment FB :