Akibat Darah Tinggi Penderita Hipertensi

Akibat darah tinggi atau komplikasi hipertensi ditimbulkan karena adanya penyakit tekanan darah tinggi. Umumnya akibat darah tinggi ini akan dirasakan terutama jika penyakit tekanan darah tinggi ini sudah diderita sejak beberapa tahun yang lalu atau hipertensi kronik. Akibat darah tinggi akan memperparah kondisi fisik penderita penyakit tekanan darah tinggi kronik. Akibat darah tinggi yang berat dapat terjadi juga pada penderita hipertensi kronik, yakni kerusakan organ, bahkan sampai pada kematian.



akibat darah tinggi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Beberapa Akibat Darah Tinggi pada Penderita Hipertensi 

Pasien hipertensi yang resisten, sulit untuk dikontrol oleh dokter. Prognosis dan perbandingan hasil hipertensi resisten layak diberikan pemahaman yang lebih baik karena akan memberikan wawasan berharga terhadap pengelolaan populasi ini. Hanya sedikit yang diketahui tentang individu penderita hipertensi meskipun beberapa obat antihipertensi telah dikonsumsinya.

Kesenjangan pengetahuan mungkin disebabkan karena hipertensi resisten sulit diidentifikasi, baik oleh  pasien, dokter. Selain itu, penderita hipertensiresisten mewakili subpopulasi yang relatif kecil sekitar 10-15% dari  penderita hipertensi. Pengamatan longitudinal pada hipertensi resisten relatif lebih sedikit dibandingkan hasil penderita hipertensinon-resisten yang telah dibatasi dengan berbagai cara.

Studi deskriptif pada hipertensi resisten melaporkan tingginya tingkat penyakit pembuluh darah dan kerusakan organ akhir sebagai akibat darah tinggi. Penelitian lain menunjukkan tingginya tingkat morbiditas dan mortalitas kardiovaskular khususnya di kalangan orang-orang dengan penyakit jantung iskemik dan penyakit kronis ginjal. Studi terdahulu telah dibandingkan antara populasi hipertensi resisten dan populasi khusus seperti orang-orang dengan penyakit yang sudah ada jantung iskemik, insiden hipertensi resisten, atau kohort kecil. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan risiko lebih besar untuk penyakit kardiovaskular dan kematian pada orang penderita hipertensiresisten dibandingkan penderita hipertensinon-resisten. Asumsinya adalah bahwa populasi hipertensi resisten memiliki fisiologi yang merugikan dan karena itu, berisiko lebih besar untuk morbiditas dan mortalitas. Risiko ini bisa jadi karena tekanan darah tinggi atau efek samping yang terkait.

Tekanan darah merupakan komponen penting dalam hipertensi resisten untuk hipertensi umum. Baru-baru ini, tujuan target penurunan tekanan darah telah mendatangkan pertanyaan karena tekanan darah yang agresif belum ke arah yang lebih baik. Namun, data dan pedoman nasional mendukung target minimal tekanan darah di bawah 150 mmHg sistolik (35) dan mungkin lebih rendah untuk mengurangirisiko stroke. Berdasarkan penelitian, risiko 14% lebih tinggi dari CVA hipertensi resisten.

Prognosis dan perbandingan hasil pada hipertensi resisten penting untuk dipahami karena menentukan risiko dan kelangsungan hidup di sub-populasi ini, di samping itu dapat membantu strategi pengobatan dan morbiditas.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: ncbi.nlm.nih.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :