Tensimeter Alat Untuk Mengukur Tekanan Darah

Tensimeter adalah alat untuk mengukur tekanan darah. Tensimeter yang dikenal saat ini terdiri dari dua jenis yaitu digital dan manual. Tensimeter manual juga terdiri dari dua jenis yaitu tensi aneroid atau jarum dan tensi air raksa atau mercury. Nama lain untuk alat ini adalah sphymomanometer, di Indonesia dikenal dengan nama alat tensi darah. Tekanan darah diukur dengan satuan mmHg atau mili meter air raksa. Hal ini disebabkan pada awal ditemukannya alat pengukur tekanan darah ini menggunakan air raksa untuk menunjukkan hasil pengukurannya.

Tekanan darah yang diukur menggunakan tensimeter ada dua yaitu systolik dan diastolik. Sistolik sering disebut dengan batas atas sedangkan diastolik adalah batas bawah. Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah normal jika hasil pengukurannya 120/80 mmHg. Artinya batas atas atau sistoliknya 120 mmHg dan batas bawah atau diastoliknya 80 mmHg.

Jenis tensimeter digital

Tensimeter digital merk Omron tipe HEM 7120
untuk mengukur tekanan darah

Tensimeter digital merk Omron tipe HEM 8712
untuk mengukur tekanan darah


Tensimeter digital adalah alat ukur tekanan darah yang menggunakan peralatan elektronik untuk melakukan pengukuran dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka digital. Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi tensimeter digital kini semakin canggih, akurat dan bukan hanya berfungsi mengukur tekanan darah saja.

Terdapat banyak kelebihan tensimeter digital moderen yaitu antara lain :
  1. Mampu mengukur hingga dua digit dibelakang koma. Hal ini sulit dilakukan oleh tensimeter manual, karena pada pengukuran menggunakan tensi manual biasanya dilakukan pembulatan ke atas atau ke bawah.
  2. Lebih akurat dibandingkan tensimeter manual. Jika menggunakan tensimeter manual petugas kesehatan akan mengandalkan keterampilan dalam melakukan pengukuran maka terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran misalnya faktor kelelahan, kemampuan atau keterampilan pemeriksa. Maka hal tersebut tidak terjadi jika menggunakan mesin, tidak ada faktor kelelahan dan sebagainya.
  3. Beberapa jenis tensi digital dapat mengetahui jika terdapat kelainan detak jatung atau arhitmia, sedangkan tensi manual tidak dapat melakukan ini.
  4. Mudah digunakan, tidak diperlukan keterampilan tertentu dalam menggunakan tensi digital. Umumnya beberapa kali berlatih akan mudah menjadi mahir.

Jenis tensimeter manual

Tensimeter manual merk ABN tipe Sphygmed
untuk mengukur tekanan darah

Tensimeter manual umumnya digunakan oleh petugas kesehatan terlatih karena untuk melakukan pengukuran tekanan darah diperlukan keterampilan tertentu. Oleh karena itu jika anda membeli untuk penggunaan pribadi gunanakan tensimeter digital dan hindari membeli tensimeter manual.

Tensimeter manual jenis air raksa kini sudah mulai ditinggalkan, di beberapa negara penggunaannya sudah dilarang, di Indonesia sendiri peredarannya sudah mulai dibatasi. Penyebabnya adalah air raksa atau mercury adalah logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

Tensi manual yang masih banyak digunakan adalah jenis aneriod atau jarum. Penggunanya kebanyakan petugas kesehatan dan calon petugas kesehatan yang sedang menjalani pendidikan. Hal ini penting karena mereka harus memahami dasar ilmu tentang pengukuran tekanan darah ini.



Terima kasih untuk Like/comment FB :